Sudah hampir satu bulan baru sekarang dapat berkelana lagi menjelajahi dunia maya. Bukan karena malas atau bosan tapi ada banyak hal yang menyebabkan tidak sempat untuk sekedar membaca email masuk ataupun menulis di blog ini.
Dulu untuk melakukan koneksi saya menggunakan modem tapi modemnya rusak dan setelah sempat di service kayanya ga bisa digunakan lagi. Awalnya coba-coba dengan memasang kartu m2 di HP ternyata bisa digunakan akhirnya tu HP dijadikan modem. Ada pepatah untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak, HP yang biasanya dijadikam modem hilang dikantor. Etah siapa yang tega mengambilnya. Saya tanya pada security ga ada yang tahu malah mereka saling menyalahkan “mungkin merasa bersalah ga jaga kantor dengan baik kali ya!” tapi saya dan atasan tidak begitu mempermasalahkan mungkin itu kesalahan atas kelalaian kami juga.
Sekarang pertama kalinya lagi saya melakukan koneksi. Walaupun harus rada kebobolan pulsa dan nyoba ngerayu istri saya biar kalo kerja ga usah bawa HP soalnya saya butuh Hpnya buat koneksi internet.
Memang sungguh istri yang paling baik sedunia, beliau menyerahkan Hpnya walaupun sempet nanya mu “chatting n tukeran facebook ma cewe lain?”
Pas saya loggin ke blog ternyata teman blogger mas MUBA memberikan saya sebuah award. Terimakasis mas Awardnya….! Semoga sukses and terus ngeblog…! Inilah Award yang saya terima dari beliau:
Sekarang saya lagi bingung mau nulis apa! Mumpung di kantor ga ada kerjaan akhirnya buka ratusan folder hingga ingat dulu saya sering nulis puisi-puisi jelek dan ga tahu kenapa pengen nyalin ke blog ini. Inilah beberapa buah puisi yang dulu pernah saya tulis
POLIGAMI
Mulut mereka bersungut
Mata melotot hendak copot
Mereka memandang bagai hina
Menjaga kelamin dari dosa, guru ngaji beristri dua
Mulut mereka terbalut
Mata mereka tertutup
Dibawah selimut kamar melati
Membungkus kelamin dengan dosa, suami mereka bergumul mesra
Bandung, Desember 2006 “Saat ibu-ibu di tempat tinggalku ramai-ramai menggunjing AA Gym padahal suami-suami mereka….”
REFLEKSI (2)
Tubuhku terikat bagai simpul mati
Iblis bengis merajut benang kusut dimulutku dari bibir bergincu siluman nafsu
Iblis bengis menyiram air kencing ke mulutku dari botol-botol jin penghayal
Iblis bengis menaburkan tubuh laknat dari gerak erotik hantu erotik
Ingin ku berlari kesebuah pondok
Dikelilingi santri dihadapan kiyai
Membuka simpul mati
Meluruskan benang kusut dengan sabna Nabi
Membasuh air kencing dengan Ayat Suci
Membersihkan diri dengan Zikir illahi
2003
Catatan Untuk Negeri
Akan kututup buku hidup
Tinta hitam di lembar kusut
Setahun menoreh catatan kelam
Menggantung cita di lembayung senja
Ingin kuraih mimpi
Di atas wana-warni pelangi
Tujuh bidadari yang menari
Melambai selendang memanggil asa
Baru kemarin buih ombak menjilati kaki bukit di selatan Jawa
Baru kemarin asap bara melahap gambut di tanah Borneo
Baru kemarin lumpur menutup seisi sawah di timur Jawa
Ragu untuk kubuka
Lembar baru melukis kata cerita bangsa
Desember 2006
Si Kabayan seorang laki-laki yang beasal dari desa, telah lima tahun menuntut ilmu di negeri paman sam. Suatu hari... ia kembali ke desanya.
Nyai Iteng (Istrinya) merasa heran dengan perubahan yang terjadi pada diri sang suami (Kabayan). Kabayan yang dulunya rajin shalat... kini ga pernah lagi terlihat pergi ke masjid "boro-boro ke masjid... shalat di rumahpun ga pernah"
Iteung penasaran dan menanyakan kepada sang suami kenapa dia menjadi berubah. "Kang Kabayan! Iteung mah ngerasa aneh sama akang!" Kata iteung heran
"Aneh kenapa atuh nyi!" Jawab kang Kabayan.
"Kenapa sekarang akang jarang shalat... jarang ngaji.... dan ga pernah pergi ke masjid!" tambah iteung.
"Sekarang saya punya keyakinan baru dari negeri paman sam sana iteung!" jawab Kabayan dengan nada tinggi.
"Astaghfirullah....! kenapa akang jadi begini?" Iteung sedih.
"Sudahlah iteung... kamu bawa saja kiayi atau ustad paling hebat di kampung ini! dia pasti ga bisa jawab pertanyaan akang, dia pasti jadi pengikut akang" Kata Kabayan dengan sombong.
Iteung merasa khawatir... iapun bergegas memanggil ustad Asep, salah satu guru ngaji di kampung tetangga.
Atas panggilan Iteung, datanglah sang ustad ke rumah si Kabayan. "Anda siapa?" tanya kabayan.
"Saya ustad Asep, dari kampung sebelah"
"Benar kamu ustad? kalo benar kamu ustad... dan kamu percaya bahwa tuhan itu ada, kamu pasti bisa menjawab pertanyaan saya. Tetapi kalau tidak bisa... tinggalkan saja agamamu itu!" Kabayan menantang sang ustad...
"Isya Allah... jika Allah mengijinkan saya akan menjawabnya." Kata ustad
"Kamu jangan yakin dulu... di Amerika saja, waktu saya kuliah... Profesor paling pintar sekalipun tidak ada yang bisa menjawab" Hardik Kabayan dengan yakin.
"Kalau begitu... pertanyaan apa yang akan kang Kabayan tujukan pada saya?" Tanya ustad.
"Begini....
1. Kalau benar tuhan itu ada, tunjukan wujud tuhan kepada saya.
2. Kalau benar manusia mempunyai takdir, apa itu takdir dan tunjukan pula pada saya.
3. Setan itu kan diciptakan dari Api, lalu kenapa tuhan memasukan setan ke dalam neraka? bukankah neraka juga terbuat dari api? apakah setan akan merasa sakit dengan api? mengapa tuhan tidak berfikir sampai kesitu?" Tanya kang Kabayan
"PLAK...." (itu gambaran saya tentang suara tamparan) tiba-tiba sang ustad menampar pipi Kabayan dengan keras.
"Aduh.... kenapa kamu menampar saya? kamu marah? kalau tidak bisa membuktikan jangan marah!" kata Kabayan
Sang ustad tersenyum. "Itu adalah jawaban dari ketiga pertanyaan akang"
Kabayan : "Kalau kalah jangan marah..."
Ustad : "Bagai mana rasa tamparan saya"
Kabayan : "Sakit!"
Ustad : "Akang percaya rasa sakit itu ada?"
Kabayan : "Saya percaya!"
Ustad : "Tunjukan wujud sakit itu pada saya"
Kabayan : "Saya tidak bisa menunjukan wujudnya"
Ustad : "Itulah jawaban pertanyan pertama anda. Sesungguhnya Tuhan itu ada namun manusia tidak akan mampu melihat wujudnya"
Ustad : "Apakah sebelum saya datang Akang berfikir akan merima tamparan dari saya hari ini?"
Kabayan : "Tidak!"
Ustad : "itulah yang dinamakan takdir..."
Ustad : "terbuat dari apa tangan saya?"
Kabayan : "Kulit..."
Ustad : "Terbuat dari apa pipi Akang?"
Kabayan : "Kulit juga."
Ustad : "Bagaimana rasa tamparan saya?"
Kabayan : "sakit!"
Ustad : "Walaupun setan terbuat dari api dan neraka pun terbuat dari api... jika Tuhan berkehendak maka neraka merupakan tempat yang menyakitkan bagi setan"
Mendengar jawaban dari sang ustad... sikabayan terdiam. Nah... sekarang tinggal bagai mana kang Kabayan menyikapinya.... tidak akan saya tulis soalnya dah malam besok harus ngantor lagi, saatnya tidur....!
Jangan lupa tinggalin komen ochey...!
Suatu pagi yang cerah di hari minggu, si Kabayan terlihat duduk bingung di pinggir jalan. Dikeluarkan sebuah dompet dari saku celananya "wah... cupa tiga ribu...!"
Sikabayan kembali teringat permintaan keluarganya subuh tadi:
Iteung (Istrinya) : Kang... jangan tidur aja atuh... sana cari kerjaan...! Iteung kan lagi datang bulan jadi Iteung perlu pembalut....
Ambu (Mertuanya) : Kabayan... BH (Bra...) Ambu dah rusak... Si Abah belum panen... tolong belikan Ambu BH baru, nanti sudah panen Ambu ganti!
Abah (Mertuanya) : Ontohod...! (dengan suara lantang) nanti kalo pulang bawain Abah minuman segar!
Usep (Anaknya) : Pa... nanti bawa makanan ya! dah lama Usep ga di beliin makanan...
"Gawat...! uang cuma ada tiga ribu perak, aku harus beli apa...?" Kayanya si Kabayan kebingungan. Bukannya mencari cara menghasilkan uang otaknya terus berputar mencari cara bagaimana uang tiga ribu rupiah bisa memenuhi semua keinginan keluarganya.
Secara tidak sengaja lewat seorang pedagang kelapa muda. Ide briliannya muncul. "Mang! berapaan kelapa?" memanggil tukang kelapa.
"Lima ribu kang!" jawab si tukang kelapa.
"Mahal amat mang! tiga ribu aja ya!"
"Wah... dari sananya juga udah empat ribu lima ratus..." Balas si pedagang.
"Ah... bapak saya juga di kampung sebelah punya kebun kelapa cuma ngejual dua ribu lima ratus"
Sipedagang tidak bisa berkutik, akhirnya dengan terpaksa kelapa itu ia jual ke si Kabayan.
Setelah mendapatkan kelapa si Kabayan Pulang!
"Kang! ko sudah pulang? gimana... dapat kejaannya?" tanya Iteung.
"Alhamdulillah nyi... iteng tadi bantu-bantu ngankutin barang dagangan di pasar" Jawabnya santai.
"Tolong ambil golok, tali plastik, gelas sama piring" suruh Kabayan kepada istrinya.
"Untuk apa kang?" tanya iteung kembali.
"Pokoknya bawa saja... Akang punya oleh-oleh hasil kerja keras akang"
Si Kabayan bergegas kebelakang rumah. Kelapa yang tadi ia beli dibelahnya. Air kelapa ia tuangkan kedalam gelas. Daging kelapanya ia simpan di atas piring. Batoknya ia bagi dua bagian yang sama, kemudian ia lubangi sisinya dan di ikat tali plastik sebagai penahan. Serabutnya ia rapihkan dan dibagi menjadi beberapa bagian kemudian ia masukan kedalam kantong kresek.
Setelah beres... ia bawa kedalam rumah dan diletakan di atas meja. Kemudian ia bergegas kembali keluar rumah...
"Akang... ini apaan...?" teriak istrinya...
Si Kabayan berteriak sambil menjauh dari rumah... "Itu ari kelapa buat Abah... Dagingnya buat si usep... Batoknya kasih aja ke Ambu... Nah... pembalut untuk Iteung sudah akang sediakan juga... di dalam kantong kresek...!"
Dasar si Kabayan....! Idenya memang banyak kaya Mc Giver he...
Sorry kalo postingannya ga lucu!
Bila ada kesamaan nama tokoh dalam postingan, itu hanya kebetulan




